Rusdi Mastura Pantas Jadi Guru Politik

Sehari sebelum Longki Djanggola dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara, 16 Juni 2016, menjadi gubernur dan wakil gubernur periode 2016-2021, sy menelpon mantan calon gubernur Rusdi Mastura. Sy ingin meminta respons saingan politik Longki/Sudarto pada pilkada serentak 2015 itu. Ini menarik, karena pertarungan keduanya pada pilkada serentak pertama di Indonesia cukup menarik perhatian publik Sulawesi Tengah. Pertarungan dua sahabat dekat ini, menarik karena memang hanya dua pasangan calon. Tidak ada pilihan lain.

Denyut politik pertarungan keduanya, menembus sekat politik yang selama ini dianggap tidak tersentuh oleh politik praktis. Ulama tersohor di Sulawesi Tengah Habib Saggaf Aljufri bersama sebagian besar kekuatan Alkhairaat ikut bermain di pusaran politik dengan mendukung Rusdi Mastura. Jelas menganggetkan banyak kalangan yg selama ini tabu dengan politik ulama. Meski ada pula beranggapan hal itu wajar dlm pilihan politik. Baca lebih lanjut

Kedalaman Iman dan Warung Makan

Agak berat jemari sy menuangkan pikiran ini dalam tulisan. Apalagi sudah mau imsak. Otak mulai beku. Apalagi sudah banyak sekali pendapat berseliweran soal aktivitas kuliner di siang hari di bulan Ramadan. Bahkan kelompok ulama yg ilmunya sangat tinggi sudah mengeluarkan himbauan di sejumlah daerah. Tidak itu saja, larangan itu juga sudah di-backup dengan peraturan daerah.

Segala sudut pandang juga sdh disangkut pautkan. Mulai dari toleransi, hak asasi manusia, agama, tradisi daerah sampai pada kepentingan ekonomi. Ibarat hidangan makanan, menunya sudah sangat beragam. Selanjutnya terserah Anda, Baca lebih lanjut

Kerja Baru Dimulai

Kamis pagi sebelum ke Aula Wali Kota Palu mengikuti penyusunan Rencana Program Jangka Menengah Daerah (RPJMD), sy mampir di ruang kerja Asisten II Ansyar Sutiadi di lantai III kantor wali kota. Di belakang saya menyusul beberapa sahabat jurnalis yang diberi tugas oleh redaksi meliput di kantor wali kota itu.

Baru beberapa detik pantat sy mendarat di kursi tipis di depan meja rapat, para sahabat jurnalis langsung melontarkan pertanyaan terkait sorotan DPRD Palu terhadap Tim Pendamping yang dibentuk Wali Kota Palu. Baca lebih lanjut

Songkok

Bicara songkok, saya terbayang dengan wajah para tokoh nasional seperti Soekarno. Banyak foto-foto proklamator itu beredar dengan ciri khasnya yakni songkok.

Saya juga terbanyang dengan wajah Bupati Donggala Kasman Lassa dengan songkoknya yang lancip. Bahkan dengan songkoknya yang menyerupai songkok Bung Tomo itu menjadi ciri khas yang jarang dimiliki para tokoh. Bupati sang fenomenal itu pun dikenal dengan songkok lancipnya. Baca lebih lanjut

Catatan Dari Bilik Kerja Wali Kota Palu

Sore itu saya hendak bertemu Wali Kota Palu Hidayat. Walaupun dua jam menunggu giliran karena banyak tamu, saya akhirnya diberi juga kesempatan oleh staf menemui wali kota yang baru dilantik 17 Februari 2016 itu.

Saya hendak memberi masukan tertulis terkait solusi jangka pendek terhadap sejumlah pengaduan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Para pelaku khususnya yang bergerak di industri rumahan itu beberapa kali mencurahkan berbagai keluh kesah mereka kepada saya, melalui perwakilan mereka. Baca lebih lanjut

Tailasu

Malam tadi sy nongkrong sejenak di kafe jepa, Kota Palu. Sy ingin sekali mencicipi makanan khas sejumlah suku di Sulawesi itu sebagai pengganti nasi. Makanan yang dipanggang di kuali tanah itu nikmat sekali apalagi didorong dengan teh panas.

Sy sengaja memilih meja di dekat sekumpulan anak remaja, sekadar ingin menguping trend pembicaraan mereka. Mana tahu ada yg menarik.

Namanya saja remaja, pembicaraannya melompat lompat. Tidak ada pembahasan yg sedikit fokus seperti kalau para dewasa atau orang tua kumpul di kafe. Baca lebih lanjut

Memelihara Krisis Listrik

Sudah lama rasanya saya tidak ngobrol dengan sahabat2 lewat tulisan. Sambil menunggu giliran pemadaman listrik, ayo kita ngobrol sejenak. Kita bicara penderitaan kolektif kita. Krisis Listrik.

Listrik di Palu dan sekitarnya belakangan ini jadi perbincangan seksi. Dimana-mana orang bicara ke’aib’an dan keajaiban listrik kita. Buruk. Sejak Sulteng jadi provinsi nol tahun sampai saat ini 53 tahun, kita masih saja disibukkan urusan listrik. Energi kita terkuras di sini. Listrik, listrik dan listrik lagi. Baca lebih lanjut

Catatan Dari Diskusi Perparkiran

Ini beberapa catatan penting dari diskusi perparpkiran yang dilaksanakan Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Sulawesi Tengah pada 29 Januari 2016 malam di @Cafe Depan Taman Budaya Palu.

Diskusi yang dihadiri sekitar 100 peserta tersebut juga dihadiri Walikota Palu terpilih Hidayat, Waki Walikota Palu terpilih Sigit Purnomo Said, Ketua DPRD Kota Palu M Ikbal Andi Magga, Masyarakat Transportasi Indonesia (Dr Taslim), perwakilan Dinas Perhubungan Kota Palu, sejumlah akademisi, tokoh masyarakat, mahasiswa, anggota DPRD provinsi dan masyarakat umum. Baca lebih lanjut

Ini Tawaran Konsep Strategis Membangun Teluk Palu

Oleh Adha Nadjemuddin

Ini pikiran saya tentang pengembangan dan pemanfaatan Teluk Palu. Ini konsep besarnya. Tentu saja butuh kajian dari berbagai aspek sehingga lebih detail. Sehingga lebih perspektif dan prospektif lagi.

Saya ingin membawa kita kita mem-branding image tentang pengelolaan kawasan teluk Palu yang komprehensif dan berkelanjutan. Saya menyebut kawasan itu sebagai Pusat Wisata Bahari dan Agro Ekonomi Teluk Palu. Baca lebih lanjut

Memperlakukan MEA

Oleh Adha Nadjemuddin

Tampaknya menarik kita berdiskusi tentang masyarakat ekonomi ASEAN (MEA). Menarik karena memang ini eranya. Era pasar bebas ASEAN. Pasar tunggal ini sengaja di desain, direkayasa sedemikian agar arus investasi di negara-negara Asia Tenggara mengalir lebih cepat sehingga bisa menyerap tenaga kerja hingga puluhan juta orang.

Ada harapan besar, ada pula kekuatiran, itu wajar sebab arus tenaga kerja profesional akn sulit dibendung masuk ke negara kita. Sebaliknya, arus tenaga kerja keluar negeri juga semakin besar. Sepanjang kita memiliki kompetensi dalam bidang tertentu maka yakinlah kita tidak akan pernah terhempas dari peluang kerja. Kuncinya kompetensi. Sudahkah kita memiliki kompetensi itu? Di bidang apa? Apakah kompetensi kita dibutuhkan? Baca lebih lanjut