Kegembiraan Bocah-bocah Pemburu “Hagala” Lebaran

Oleh Adha Nadjemuddin
Palu, 24/9/09 – “Dua ribuuu… tiga ribuuuu… empat ribuuu… horeeee,” begitu Udin, seorang bocah mengekspresikan kegembiraannya karena memperoleh ribuan rupiah dari hasil silaturahim dari rumah ke rumah.
Udin dan teman-temannya sudah dua hari ini menyusuri jalan-jalan di kompleks perumahan Jabal Nur, Palu. Mereka naik turun dari rumah ke rumah. Mereka mengulurkan dan mencium tangan tuan rumah yang mereka temui meski mereka tak mengenal siapa tuan rumah itu.
Sebelum masuk, mereka kadang memantau kondisi rumah dari luar. Jika tampak tidak bersahabat mereka kadang melewati deretan rumah itu.
“Pesiar” adalah istilah yang mereka gunakan dalam momentum Idul Fitri. Mereka masuk dari rumah ke rumah. Berpakaian rapi, baju, celana dan sendal baru. Mereka “pesiar” dari rumah ke rumah meskipun mereka tidak mengenal siapa tuan rumah yang mereka jumpai.
“Assalamu alaikum…Pesiar bu,” teriak Udin dan teman-temannya dari pintu depan. Jika pagar pemilik rumah tertutup, mereka berteriak dari luar pagar. “Assalamu alaikum, mau pesiar bu,” katanya.
Mereka bergerombol, empat hingga enam orang. Ada yang bercampur bocah perempuan dan laki-laki. Ada pula hanya kelompok bocah perempuan saja.
Meskipun sebagian ada yang tidak meminta “hagala”, tetapi ada juga yang tidak segan-segan meminta “hagala” kepada tuan rumah.
“Hagala” adalah sebutan lokal Palu untuk hadiah lebaran. “Hagala” semacam oleh-oleh baik barang maupun uang kepada seseorang. Namun dalam tradisi bocah-bocah di Palu umumnya identik dengan uang.
Jika tuan rumah yang dijumpai berbaik hati, mereka diberi uang seribu rupiah setiap orang. Kadang mereka hanya disuguhi minuman seperti sprite, fanta, dan coca-cola. Ada pula sebagian rumah yang sengaja menyiapkan minuman anak-anak seperti jely.
Menariknya, di antara kelompok bocah itu saling memberi laporan jumlah uang yang sudah mereka peroleh. Mereka juga menandai rumah yang penghuninya dermawan. Kedermawanan pemilik rumah dikabarkan kepada kawannya yang lain, hingga kawan-kawan mereka pun menyerbu rumah tersebut.
Tradisi “pesiar” tahunan dalam suasana Idul Fitri tersebut biasanya dilakukan hanya pada hari pertama hingga hari ketiga lebaran. Tradisi ini sudah mengakar rumput di kalangan bocah-bocah di Palu. Tentu saja tidak semua anak-anak melakukan itu terutama bagi kalangan orang-orang mampu.
Ada pula yang melakukannya hanya di kalangan terbatas, misalnya hanya khusus untuk paman atau dianggap sudah menjadi bagian dari keluarganya. Mereka tidak segan-segan meminta “hagala” di kalangan mereka sendiri.
“Hagala” yang mereka peroleh berupa uang bisa mencapai puluhan ribu rupiah. Tergantung berapa banyak rumah yang mereka datangi.
Seorang ibu rumah tangga di Kompleks perumahan Jabal Nur mengaku, telah menyiapkan uang pecahan Rp1.000,- sehari menjelang lebaran. Uang tersebut sengaja ditukar untuk persiapan “hagala” bagi anak-anak yang datang bersilaturahmi.
Menurut Udin, dirinya “pesiar” dari rumah ke rumah hanya untuk mendapatkan uang “hagala”. Uang itu mereka gunakan untuk belanja makanan ringan. Makan bersama dan bergembira di hari raya.
“Ada juga yang tidak berikan uang,” katanya.
Kendatipun memburu “hagala” bagi bocah-bocah itu hanya ekspresi dari kegembiraannya, namun kondisi tersebut memberikan gambaran ketimpangan sosial dan pendidikan yang kurang baik terhadap sikap mental anak-anak.
Najamuddin Ramli, seorang aktivis pemuda Muhammadiyah dalam khutbah Idul Fitri 1430 H di lapangan Watulemo Kota Palu menggugah umat Islam agar mengasah kepedulian sosial, menajamkan nurani dan sensitivitas terhadap penderitaan orang-orang miskin.
Najamuddin mengatakan bulan Ramadhan yang sudah dijalani umat Islam selama sebulan diharapkan memberi pengaruh sosial, sebab hanya di bulan Ramadhan orang-orang kaya bisa merasakan penderitaan orang-orang miskin, lemah dan terpinggirkan berupa menahan lapar dan haus.(antara)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s