Pemkab Tolitoli Bangun Jalan ke Kantong Produksi

Tolitoli, 15/10 – Pemerintah Kabupaten Tolitoli di Sulawesi Tengah tahun ini akan membangun jalan dengan dana bantuan dari bank dunia (Word Bank) senilai Rp10,8 miliar.
“Dana itu untuk proyek ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Ogodeide dan Lampasio. Sekarang sementara dalam proses lelang,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Tolitoli, Ir Mohammad Yusuf Bantilan, di Tolitoli Kamis.
Kewenangan proses lelang kata Yusuf Bantilan bukan kewenangan Pemkab Tolitoli tetapi kewenangan pemerintah provinsi.
Dia menjelaskan, ruas jalan Bilo (ibukota Kecamatan Ogodeide) ke Lampasio sejauh 32 kilometer. Kondisi jalan ke kantong produksi tersebut dalam kondisi rusak parah. Jalan sepanjang itu dapat ditempuh 2 hingga tiga jam.
Tahun ini jalan tersebut akan dibangun sepanjang 14,9 kilometer dengan menggunakan dana dari bank dunia.
“Jalan ini merupakan jalan kantong produksi sehingga perlu mendapat perhatian pemerintah,” kata Yusuf Bantilan.
Dia mengatakan, wilayah Lampasio-Ogodeide merupakan daerah produksi pertanian dan perkebunan berupa sawah, kakao dan kelapa. Produksi tersebut sulit menembus pasar karena akses jalan sangat kritis. Dia berharap dengan direhabilitasinya jalan tersebut akan membuka roda perekonomian masyarakat setempat.
Yusuf Bantilan mengakui permukaan jalan kabupaten di Kecamatan Ogodeide dan Lampasio sebagian besar masih dalam kondisi kritis. Pemerintah kata dia hanya mampu melakukan penanganan secara periodik.
Jalan kabupaten yang menghubungkan Kecamatan Ogodeide dengan ibukota Kabupaten Tolitoli sudah beberapa kali dikeluhkan masyarakat yang bermukim di wilayah bagian selatan Tolitoli tersebut.
“Lantaran rusaknya ada beberapa jalan kalau dilalui kijang Avanza bisa kandas,” kata Sekretaris Kecamatan Ogodeide, Mulyadi Dg Silasa.
Dia mengatakan selain rusak jalan sepanjang kurang lebih 40 kilometer tersebut juga sudah ditumbuhi rumput rimbun di bagian kiri dan kanan jalan sehingga mengganggu kelancaran lalulintas.
Kondisi jalan tersebut sudah berlangsung lama sehingga masyarakat yang melalui jalan tersebut sudah menganggap biasa. Dari seluruh ruas jalan yang tersebar di 11 desa di kecamatan tersebut hampir separuhnya rusak.
“Yang menjadi masalah sewa transportasi menjadi mahal. Kasian petani yang ingin menjual produksi pertaniannya lebih banyak ongkos transportasi daripada untung,” katanya.
Demikian halnya jembatan yang menghubungkan antara desa satu dengan desa lainnya juga sebagian rusak parah. Jembatan yang menghubungkan Desa Bambalaga, sebuah desa transmigrasi misalnya, terdapat jembatan yang hanya menggunakan satu batang kelapa. Kondisi ini katanya sangat membahayakan bagi pengguna jalan.(ant)

2 thoughts on “Pemkab Tolitoli Bangun Jalan ke Kantong Produksi

  1. jauhari.b.t 19 Januari 2010 / 11:45 am

    tidak heran kalau jalannya rusak,siapa sih pemdanya.monga pemda yg baru tidak demikian.

  2. Masdar 21 April 2013 / 11:12 pm

    Salam kenal pak, saya adalah seorag pemuda yang mempunyai garis keturunan dari desa Bilo, ibukota kecamatan Ogodeide, yang lahir besar dan berdomisili di kota Makassar…sungguh suatu kebangggan bisa membaca artikel ini..semoga wilyah ogodeide bisa lebih produktif lagi dan bisa menyumbangkan peran-pera yang strategis dalam memajukan Kabupaten Toli-Toli….sebagai tambahan tahun 2012 saya pernah ke Bilo pak, dan saya menyaksikan sendiri kalau jalan dari kota Toli-Toli menuju Bilo hanya perbaikan sekitar 5 km saja pak, setelah itu itu jalanan justru bertambah parah rusaknya pak….Ini hanya realita fakta saja dari orang yang nu jauh di tanah rantau….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s