Donggala, “Three in One”. Sama Ngototnya (1)

21 Februari 2014 pukul 23:30
Oleh Adha Nadjemuddin

Donggala selalu menarik didiskusikan dari berbagai aspek. Dari aspek sejarah, daerah ini sudah dikenal jauh di dunia internasional sejak prakemerdekaan. Namanya jauh lebih awal menembus sekat-sekat negara di beberapa belahan dunia dari nama Provinsi Sulawesi Tengah sendiri.

Dari aspek geostrategis, daerah ini terletak di mulut teluk Palu dengan wilayah kemaritiman yang luas nan kaya potensi kelautan dan perikanannya serta memiliki akses strategis ke sejumlah negara.

Dari aspek pemerintahan, daerah ini merupakan kabupaten tertua di Sulawesi Tengah bersamaan dengan Kabupaten Poso terhitung sejak Sulawesi Tengah menjadi daerah otonom berpisah dengan Sulawesi Utara.

Dari aspek politik, Donggala pertama kali dipimpin oleh kepala daerah nonpartai politik hasil pemilihan langsung masyarakat. Wakilnya seorang perempuan pula yang tidak pernah bergaul dengan dunia birokrasi dan politik. Wakilnya juga menggambarkan wajah keberagaman agama di daerah itu.

Dari aspek penegakan hukum, wowww… daerah ini mengukir sejarah buruk karena tiga periode pimpinan Komisi Pemilihan Umum-nya tersandung kasus korupsi. Satu diantaranya masih buron. Gila!

Dari aspek geografis, Donggala satu-satunya kabupaten (mungkin di Indonesia) yang wilayah administrasi pemerintahannya terpisah dua karena dibelah oleh wilayah administrasi ibu kota provinsi. Jadilah, Donggala dalam dua kutub, yakni wilayah utara di Pantai Barat dan wilayah selatan di Banawa. Di tengah-tengahnya ada Kota Palu.

Istilah Pantai Barat dikenal saat daerah ini belum melepaskan sebagian wilayahnya menjadi beberapa kabupaten seperti Kabupaten Parigi Moutong. Dari letak geografis, wilayah Parigi Moutong, khususnya Tomini, Tinombo dan Moutong dulu disebut Pantai Timur karena posisinya di timur daratan Donggala. Padahal dari letaknya kedua daerah ini (Pantai Barat dan Pantai Timur) berada di wilayah utara Sulawesi Tengah.

Jika mencermati posisi Donggala yang berkutub dua tersebut, menunjukkan betapa perencanaan tata ruang wilayah Sulawesi Tengah ketika itu belum mempertimbangkan aspek pertumbuhan wilayah. Tentu saja bukan kesalahan pemerintah pusat yang menerbitkan undang-undang tentang Pemerintah Daerah Tingkat II Donggala ketika itu.

Bagi saya, terpisahnya dua daratan Donggala bukan sesuatu yang unik melainkan kebijakan yang aneh. Coba bayangkan, jika warga dari Pantai Barat berurusan administrasi di sekretariat daerah, mereka harus melintasi ibu kota provinsi. Bentang jaraknya cukup jauh sehingga tidak efektif, tidak efisien dan cenderung menyulitkan masyarakat dalam urusan pelayanan publik.

Atas problem inilah sehingga wajar dan pantas jika masyarakat di wilayah Pantai Barat menuntut dimekarkan. Dibentuk menjadi daerah otonom sendiri. Tuntutan itu mestinya disikapi secara positif bahkan bila perlu dipercepat sehingga tata letak daerah kabupaten di Sulawesi Tengah menjadi lebih apik dan elok.

Tidak itu saja, tetapi juga berdampak elegan pada aspek pelayanan publik karena pusat-pusat pelayanannya semakin dekat dengan rakyat. Pemekaran itu juga akan semakin mendekatkan kontrol pemerintah terhadap pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam. Unsur keuntungannya akan lebih banyak jika dibanding masih bersatu dengan induknya, Donggala.

Itu baru keuntungan dari aspek tata letak kewilayahan, pelayanan dan kontrol pengelolaan sumber daya alam. Aspek lainnya masih banyak lagi, baik politik, ekonomi, sosial, budaya dan pertahanan keamanan. Jika demikian, kenapa harus memperlambat pemekaran wilayah Pantai Barat. Kenapa? Kenapa? dan Kenapa?

Sudah ngantuk
nanti kita sambung lagi di lain waktu
Selamat beristirahat….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s