Kemana Dukungan Mat Sun?

Oleh Adha Nadjemuddin

Tadi pagi sebelum ke Parigi, saya mampir di Warkop Sudimari 1, Jln Setia Budi Palu. Di sana ada Mat Sun (panggilan akrab Ahmad Ali), Ketua Nasdem Sulteng juga anggota DPR RI. Ada Dedy Askari, Ketua Komnas HAM Perwakilan Sulteng. Ada pula Fahry Timur, pegiat hukum. Ada Agus Dandang, mantan aktivis mahasiswa yang saat ini terjun di PDIP. Masih banyak yang lain. Kami duduk semeja.

Dalam suasana diskusi warkop itu, ada yang bertanya ke Mat Sun. Kemana arah politik Mat Sun pada Pilkada Gubernur setelah dirinya menunda ikut bertarung.

Pertanyaan itu menurutku penting setidaknya sebagai alat bantu untuk mengkalkulasi kekuatan politik pemilihan gubernur nanti.

Mat Sun pantas dihitung, sebab sejak dirinya mengibarkan bendera politik di Nasdem dan mengikuti pemilihan bupati Morowali, Mat Sun turut diperhitungkan. Kehadirannya menambah daftar nama politisi yang berperan penting dalam menentukan cerah mendungnya Sulawesi Tengah.

Mat Sun kini memiliki gerbong sendiri. Gerbong itulah salah satu kekuatan penting hendak diarahkan kemana. Mendukung pasangan Longki/Sudarto atau pasangan Rusdy/Ihwan. Kemana arah Mat Sun ke sana pasti gerbongnya bergerak.

Sejak Mat Sun menunda rencananya maju di Pilkada gubernur, Nasdem memilih tidak mendukung satu dari dua calon gubernur itu. Ini sikap politik tegas nan cantik yang ditempuh Nasdem. Padahal Nasdem yang memboyong lima kursi di DPRD provinsi sangat berpotensi mengusung pasangan calon gubernur.

Keputusan tidak mengusung atau mendukung salah satu dari calon gubernur karena benang merah politik Nasdem tidak ketemu dengan partai pengusung dua calon gubernur tersebut.

Gerindra yang mengusung Longki dan Golkar mengusung Rusdy, keduanya bukanlah kelompok koalisi Nasdem di tingkat nasional. Berbeda dengan sikap PDIP, meski tidak sebingkai dalam koalisi nasional, tetapi PDIP berketetapan mendukung Longki. Itulah politik. Kadang saling menyikut kadang berangkulan. Politik itu lentur, dinamis kadang pula angkuh.

Pertanyaan sekarang, kemana kompas politik Mat Sun akan diarahkan? Apakah ke Longki atau Cudi, atau memilih diam tidak menyeburkan diri diantara keduanya seperti halnya konsistensi Nasdem Sulteng kepada dua calon gubernur tersebut.

Jika Mat Sun tidak bekerja untuk satu diantara dua calon gubernur tersebut, saya mungkin orang ke sekian ribu yang memuji sikap politiknya bahwa Mat Sun pantas jadi tauladan politik di tengah hingar bingarnya politik lokal menjelang pilkada serentak.

Longki, Rusdy Mastura dan Mat Sun adalah sosok pemimpin bersaudara yang terlahir dari rahim yang sama, yakni Pemuda Pancasila. Mereka bersaudara. Rusdy kakak tertua, menyusul Longki dan Mat Sin adik bungsu. Jika kakak beradik bertarung, alangkah tidak eloknya jika adik bungsu memihak diantara diantara dua kakaknya. Mungkinkah Mat Sun bisa mewujudkan itu? Entahlah, sebab rayuan politik bisa masuk lewat pintu mana saja. Sekali bersentuhan dengan kekuasaan, biasanya takkan pernah ditinggal sampai nyawa berpisah dari jasad.***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s