Rusdi Mastura Pantas Jadi Guru Politik

Sehari sebelum Longki Djanggola dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara, 16 Juni 2016, menjadi gubernur dan wakil gubernur periode 2016-2021, sy menelpon mantan calon gubernur Rusdi Mastura. Sy ingin meminta respons saingan politik Longki/Sudarto pada pilkada serentak 2015 itu. Ini menarik, karena pertarungan keduanya pada pilkada serentak pertama di Indonesia cukup menarik perhatian publik Sulawesi Tengah. Pertarungan dua sahabat dekat ini, menarik karena memang hanya dua pasangan calon. Tidak ada pilihan lain.

Denyut politik pertarungan keduanya, menembus sekat politik yang selama ini dianggap tidak tersentuh oleh politik praktis. Ulama tersohor di Sulawesi Tengah Habib Saggaf Aljufri bersama sebagian besar kekuatan Alkhairaat ikut bermain di pusaran politik dengan mendukung Rusdi Mastura. Jelas menganggetkan banyak kalangan yg selama ini tabu dengan politik ulama. Meski ada pula beranggapan hal itu wajar dlm pilihan politik.

Itu hanya salah satu bagian terpenting dari catatan politik pilkada serentak 2015. Masih banyak yg lain menarik ditelisik dari peristiwa itu untuk pendidikan politik generasi muda bahkan kepada elit politik khususnya para elit yg ortodoks. Mereka hanya melihat politik secara hitam putih.

Pakar politik Untad, seperti Pak Doktor Darwis, mengaku kagum dengan kebesaran hati, pikiran dan visi Rusdi Mastura. Meski sebelumnya mantan Wali Kota Palu dua periode itu sempat disulut emosi politik karena besarnya dukungan kepada dirinya, tetapi berakhir dengan khusnul khotimah. “Mencair” dalam istilah politik kekinian.

Dengan bangga, Rusdi Mastura mengucapkan selamat dan sukses kepada pasangan Longki/Sudarto. Ia bahkan siap mengabdi untuk pemerintahan Longki/Sudarto demi kepentingan Sulawesi Tengah. Kepentingan masa depan rakyat yg menghuni daerah ini. Rakyat tidak boleh dikorbankan hanya karena sahwat politik belaka. Kepentingan rakyat adalah segalanya.

Itulah pembelajaran berharga dari aktor politik sekelas Rusdi Mastura. Dirinya ingin memberikan pembelajaran kepada generasi baru, kepada publik, bahwa politik itu tidak selamanya harus berbeda. Politik sangat dinamis. Politik untuk kesejahteraan, itulah yg ingin diwariskan Rusdi Mastura kepada kita. Rusdi pantas menjadi tokoh idola politik di eranya. Rusdi Mastura pantas dijuluki politis humanis.

Jika tokoh seperti Rusdi Mastura saja begitu besar hati dan pikirannya, apalah kita, generasi yg baru, generasi yg baru mau beranjak ke anak tangga politik pertama. Jika kita tidak bisa melalui anak-anak tangga itu secara baik, kita bisa jatuh. Terpental dari ruang politik humanis.

Husstt sudah imsak. Nanti lagi kita lanjut hehe.***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s