Berengsek

Berengsek dan ‘Kecca-kecca’

Pernakah Anda memperhatikan istilah atau ucapan yang paling sering dikemukakan seseorang. Misalnya, si Fulan, kalau marah ataupun kala senang sukanya menyebut kata-kata “binatang, kurang ajar, tai kucing, tai bebe, shiiip, dan sebagainya’. Mungkin Anda, sering juga menggunakan salah satu dari kata-kata itu.

Ya, di komunitas kami ada juga yang suka menggunakan kata-kata khusus. ‘Berengsek’ dan ‘Kecca-kecca. Mungkin dua kata ini jarang digunakan orang. Di komunitas kami pun hanya dua orang yang familiar dengan kata-kata ini.

Kata ‘berengsek’ dipopulerkan Hary Aziz, mantan wartawan radio Nebula. Kini ia menjabat komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Tengah. Setiap hari, kata ‘berengsek’ terlontar dari mulutnya. Gara-gara si Hary, tidak sedikit kawan yang terjangkit dengan kata itu.

Kata ‘kecca-kecca’ dipopulerkan Indra Yosvidar, Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sulawesi Tengah. Indra kini bekerja di MNCTV, dulu TPI (group Media Nusantara Citra). Setiap hari juga, saya selalu mendengar kata ‘kecca-kecca’ itu meluncur dari mulutnya.

Suatu hari, seorang kawan fotografer salah ucap kata. Kawan itu kemudian menjadi bahan tertawaan kami. Karena lucu dan kelihatan aneh, Hary Azis langsung berkomentar. “Berengsek!”.

Suatu malam, jaringan internet di komunitas kami tiba-tiba putus. Kawan-kawan yang tadinya serius berinternet ria mengomel. Malah ada yang berteriak. “Woiiii jaringan kase bae,” teriak seorang kawan. Maksud kawan itu jaringan internet itu segera diperbaiki. Karena terus lelet, tiba-tiba Hary menyundul. “Jaringan internet berengsek,”.

Suatu malam, kami sedang asyik nonton balap MotoGP. Sudah jadi tradisi di komunitas kami, kalau ada event penting live di televisi seperti sepak bola, balap motor, kami selalu menonton di depan layar lebar. Malam itu Hary menjagokan Pedrosa. Tapi sayang, Pedrosa terlindas di urutan ketiga setelah Lorenzo dan Casey Stoner. Hary naik pitam. “Pedrosa berengsek”.

Suatu pagi, sebuah surat kabar di Palu memberitakan dugaan korupsi di kalangan pejabat di daerah itu. Diskusi tentang kasus itu pun tak terhindarkan. Debatnya jadi rame. Tiba-tiba dari bibir Hary meluncur kata “Pejabat Berengsek,”.

Berengsek dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia offline, artinya kacau sekali; tidak beres; tidak becus; rewel; bandel.

Kata ‘berengsek’ memang pantas disandangkan pada orang-orang yang memang tidak beres, tidak becus, bandel, dan kacau. Koroptur berengsek, maling berengsek, pelayanan publik berengsek, pembabat hutan berengsek, model pendidikan berengsek, politisi berengsek, orang tua berengsek, berengsek, berengsek.

Bagaimana dengan kata ‘kecca-kecca’. Kata ini diambil dari bahasa Bugis, artinya kunyah. ‘Kecca-kecca’ berarti kunyah-kunyah.

Dalam kamus besar bahasa Indonesia, kunyah (mengunyah) artinya menghancurkan atau melumatkan (makanan dsb) dl mulut dng gigi;

Ya, mereka yang berengsek memang pantas di-‘kecca-kecca’. Dilumatkan. Biar hancur sekalian. Banyak orang berengsek berkeliaran. Mungkin saya, Anda, atau mereka yang ada di sana. Di kursi empuk itu.***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s